Gelisah

Pernah suatu waktu dalam sebuah keheningan kamar.

Imajinasi bermain melayang jauh keluar.

Entah apa yg dicari.

Ada dongeng yang membisik.

Berbicara tentang mati.

Imajinasi kian larut masuk kedalam suasana mencekam.

Tersadar sebuah kenyataan bahwa.

Esok tiada pasti kembali.

Nafas tiada pasti menghela.

Sebuah takut yang nyata.

Kenapa kita hidup? 

Untuk apa kita hidup?

Apa yang harus kita lakukan disini?

Banyak orang tertawa

Menangis

Diam

Apakah mereka berfikir apa yang kupikirkan.

Tentang hidup.

Tentang mati.

Tentang tugas yang harus berjalan.

Tentang surga dan neraka.

Bahwa itu pasti.

Orang – orang terdahulu bilang.

Buat apa kita rela mati kalau bukan untuk sesuatu yang indah. 

Untuk sesuatu yang layak diperjuangkan.

Untuk sesuatu yang layak dibayar dengan nyawa.

Hidup ini sebentar.

Disana yang kekal.

Dan cermin berkata dengan lantang.

Hei dimana kamu berada?

Sudahkah ke jalur yang benar?

Sudahkah kamu berjuang?

Apa yang sudah kamu lakukan untuk hidupmu yang kekal?

Garis Finishmu tak terlihat.

Bisa saja sedetik kemudian kamu lewat.

Aku gelisah…

Harus berbuat apa.

Harus bagaimana.

Harus dari mana.

Memulainya kembali.

Kembali ke jalur yang benar.

Kembali bertugas.
Aku gelisah…

Kenyataan sudah Allah perlihatkan.

Tapi sampai mana aku lakukan?

Sampai dimana aku berada?

Aku Gelisah…

Aku ingin Kembali.

Advertisements

Author: thespesial

i am the special one

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s