The best team in my life

Februari 2011 adalah sejarah dalam hidupku yang paling berkesan dalam kehidupan karir kerjaku. 

Selepas kontrak 2 tahun di sebuah pabrik dikawasan cibitung pada tahun 2010. Saya menganggur hampir setengah tahun. Karena frustasi dan ingin cepat kerja lagi akhirnya saya minta bantuan teman sekolah yang jadi admin gudang di sebuah restoran. Sayangnya lowongan hanya ada untuk waiter. Sebuah pekerjaan berat buat seorang introvert selertiku. Karena kepepet ya ambil sajalah. Akhirnya saya ditempatkan di outlet yg ada di mall parijs van java. Outlet ini termasuk outlet di bandung yg paling kecil pendapatan perbulannya. Diantara ourlet2 kami di mall yg lain. Tapi satu hal yg bagus disini semuanya kompak. Kompak dalam hal meningkatkan omset outlet. Selogan kami “esok pasti lebih baik”. Itu selalu kami ucapkan ketika toko mau tutup Setiap hari. Saya diterima dibulan november 2010. Dan kami berusaha menerima orderan semalam apapun itu. Demi meningkatkan outlet. Sebulan dua bulan saya masih belajar menyesuaikan. Dan mencari tahu kenapa tim bagus gini tapi omset kecil. Pada bulan ketiga dan keempat barulah ketahuan kenapa omsetnya kecil. Pertama ada masalah di sistem push order, dimana setiap waiter wajib mempush produk yg di targetkan agar terjual. Tapi salahnya produk yg di targerkan untuk di push adalah yg kurang laku atau mau kadaluarsa. Dimana customer yg datang gak cuma customer lama yg pernah beli. Masih banyak juga customer baru. Dan ingat. Rasa membawa pada sebuah penilaian yg general ketika kita baru kesebuah restoran. Ketika pertama kali kita datang terus kita di rekomendasikan makanan yg tidak enak. Maka gak enaklah semua makan di resto tersebut. Dari situ saya sudah tidak lagi memperdulikan target push yg dikasih supervisorku. Dan memfokuskan pengenalan produk favorit dan yg paling enak kesetiap pengunjung yg datang. Menjadi seorang dengan pemikiran yg berbeda mungkin akan membawa perubahan  Dan hasilnya diluar dugaan. Customer2 yg saya layanin pasti order lagi untuk dibungkus. Dan ternyata masih banyak pula yg belum tahu menu favorit di restoran saya. Akhirnya mereka datang lagi untuk membeli lagi menu favorit plus nyobain menu yg lainnya. Pada akhirnya malah terjadi sebuah keseimbangan yg tidak disengaja. Saya fokus jual menu favorit dan paling enak. Teman saya jual produk yg kurang laku dan mau expired. Sehingga perputaran makan in dan out menjadi stabil dan mengurangi jumlah expired. 

Puncaknya bulan februari, ketika customer langganan bertambah. Dan orderan meningkat di tambah semangat team untuk mencapai target, semalam apapun orderan masuk selalu diterima dengan senang sambil bilang “esok lebih baik” dan pada tanggal 27 februari sehari sebelum februari berakhir. Target itupun tercapai. Pada saat closing semuanya berteriak “TARGEEEEETTTT”, bahkan ass spv sampai berkaca2. Gimana tidak ourlet yg selama ini dipandang sebelah mata. Karena jadi outlet penghasil paling rendah pada bulan itu menjadi satu2nya ourlet yg target dan mencapai omset terbesar. 

Ini luar biasa buat saya, merasakan euforianya mencapai target. Kebahagiaannya mencapai target. Menjadikan yg kecil menjadi besar. Ini target termanis yg pernah saya rasakan. Berjuang Bersama2 dalam sebuah team. Saya bangga pernah satu team dengan kalian. Terimakasih atas pengalaman hidup yg luar biasa. A Heri, A Adi, A Deny, A Tatang, Tantan dan dian. Kalian Luar biasa.

“Semoga hari esok kalian jadi lebih baik” 

Salam dari si Bungsu yg merindukan kalian.

Advertisements

Tolong Sembuhkan Hamba Ya Allah

Umur kian menua.

Tubuh ini tak seperti waktu muda

Banyak hal terjadi.

Dan banyak sakit sakit disini.

Hampir semua bagian tubuhku merasakan.

Ya Allah tolong hamba sembukan.

Lagi tiap inchi tubuh ini.

Kembali lagi.

Hamba mohon dengan sangat.

“Ayah, Dede mau kayak Ayah” Ucap Anakku

Hari ini rasanya baru tersadar kalau ada anak kecil yang tingkah lakunya selalu meniru ayahnya. 

Anakku ini pintar, selalu bertanya tentang ini tentang itu dengan bahasanya yg masih belum jelas. Menggemaskan memang kalau dengar dia bicara dan bertanya tentang sesuatu yang dia ingin tahu. 

Kadang pula anakku ini nakalnya minta ampun dan gak mau nurut kalau dibilangin. 

“Dede jangan begitu” tiap ku tegur begitu.

Tahu apa yg dia lakukan kemudian? Dia malah sengaja melakukannya. Bahkan sampai membuat saya marah. Meskipun saya sudah menjelaskan alasan kenapa tidak bolehnya. 

Kadang pula ketika dia main dan gak mau berhenti. Lari kesana kemari lompat – lompat dengan saudara sepupunya. Kalau dilihat bisa bikin ngeri dan takut jatuh atau kebentur tembok atau lantai. 

Dan kadang pula sampai membuat pusing kepala rasa pengen marah terus. 

Tapi hari ini. Ketika buka puasa bersama. Saya, istri dan anakku ini. Ada moment yang membuatku haru. Kita makan bersama dan Dede, panggilan anakku. Dia ikutin semua yg kumakan. Sampai dia bilang.

“Ayah, Dede mau kayak Ayah”

Disitu rasanya air mata mau keluar. Terharu. Ternyata ada sosok anak kecil yang menjadikan Figur yg apa adanya ini sebagai sesuatu yang mau dia contoh. Dari sini saya tersadar. Kalau dede mau jadi seperti Ayahnya. Maka saya akan berikan dia contoh ayah yang baik. Harus menjaga sikap dan emosi. Agar dede kedepannya menjadi sosok yg lebih baik dari Ayahnya. 

Kamu adalah kebagiaan kecil yg akan menjadi besar Nak

👦💞

Langkah Awal Ketika Lulus Sekolah

Lulus sekolah itu adalah gerbang awal dari hidup bermasyarakat. Awal dari kita menentukan langkah selanjutnya sebagai orang dewasa yang diakui negara. Apa kita lanjut kuliah atau langsung mencari kerja? Mungkin bagi sebagian orang yang berada melanjutkan ke tahap kuliah. Beruntunglah bagi mereka yang bisa lanjut kuliah. Sebagian lainnya mulai mempersiapkan lamaran dari menulis menyiapkan photo dan amplop – amplop untuk melamar pekerjaan. Tipe orang seperti ini sebenarnya bisa dibagi dua secara umum. Ada dari lulusan SMA dan ada dari lulusan SMK. Lulusan SMK lebih diuntungkan disini. Setidaknya mereka punya kemampuan dasar untuk langsung terjun ke dunia pekerjaan. Ada pula Pabrik – pabrik yang mencari lulusan baru untuk bekerja sebagai karyawan. Rata – rata mereka mencari lulusan SMK