Tolong Sembuhkan Hamba Ya Allah

Umur kian menua.

Tubuh ini tak seperti waktu muda

Banyak hal terjadi.

Dan banyak sakit sakit disini.

Hampir semua bagian tubuhku merasakan.

Ya Allah tolong hamba sembukan.

Lagi tiap inchi tubuh ini.

Kembali lagi.

Hamba mohon dengan sangat.

Advertisements

Meredup

Sinar itu kian redup.

Aku tak tau sejak kapan

Tapi perlahan

Itu kian menyakitkan.
Tersadar cahaya itu bisa saja hilang kemudian.

Dan tak tahu kapan ini akan berhenti

“Ayah, Dede mau kayak Ayah” Ucap Anakku

Hari ini rasanya baru tersadar kalau ada anak kecil yang tingkah lakunya selalu meniru ayahnya. 

Anakku ini pintar, selalu bertanya tentang ini tentang itu dengan bahasanya yg masih belum jelas. Menggemaskan memang kalau dengar dia bicara dan bertanya tentang sesuatu yang dia ingin tahu. 

Kadang pula anakku ini nakalnya minta ampun dan gak mau nurut kalau dibilangin. 

“Dede jangan begitu” tiap ku tegur begitu.

Tahu apa yg dia lakukan kemudian? Dia malah sengaja melakukannya. Bahkan sampai membuat saya marah. Meskipun saya sudah menjelaskan alasan kenapa tidak bolehnya. 

Kadang pula ketika dia main dan gak mau berhenti. Lari kesana kemari lompat – lompat dengan saudara sepupunya. Kalau dilihat bisa bikin ngeri dan takut jatuh atau kebentur tembok atau lantai. 

Dan kadang pula sampai membuat pusing kepala rasa pengen marah terus. 

Tapi hari ini. Ketika buka puasa bersama. Saya, istri dan anakku ini. Ada moment yang membuatku haru. Kita makan bersama dan Dede, panggilan anakku. Dia ikutin semua yg kumakan. Sampai dia bilang.

“Ayah, Dede mau kayak Ayah”

Disitu rasanya air mata mau keluar. Terharu. Ternyata ada sosok anak kecil yang menjadikan Figur yg apa adanya ini sebagai sesuatu yang mau dia contoh. Dari sini saya tersadar. Kalau dede mau jadi seperti Ayahnya. Maka saya akan berikan dia contoh ayah yang baik. Harus menjaga sikap dan emosi. Agar dede kedepannya menjadi sosok yg lebih baik dari Ayahnya. 

Kamu adalah kebagiaan kecil yg akan menjadi besar Nak

👦💞

Langkah Awal Ketika Lulus Sekolah

Lulus sekolah itu adalah gerbang awal dari hidup bermasyarakat. Awal dari kita menentukan langkah selanjutnya sebagai orang dewasa yang diakui negara. Apa kita lanjut kuliah atau langsung mencari kerja? Mungkin bagi sebagian orang yang berada melanjutkan ke tahap kuliah. Beruntunglah bagi mereka yang bisa lanjut kuliah. Sebagian lainnya mulai mempersiapkan lamaran dari menulis menyiapkan photo dan amplop – amplop untuk melamar pekerjaan. Tipe orang seperti ini sebenarnya bisa dibagi dua secara umum. Ada dari lulusan SMA dan ada dari lulusan SMK. Lulusan SMK lebih diuntungkan disini. Setidaknya mereka punya kemampuan dasar untuk langsung terjun ke dunia pekerjaan. Ada pula Pabrik – pabrik yang mencari lulusan baru untuk bekerja sebagai karyawan. Rata – rata mereka mencari lulusan SMK