Langkah Awal Ketika Lulus Sekolah

Lulus sekolah itu adalah gerbang awal dari hidup bermasyarakat. Awal dari kita menentukan langkah selanjutnya sebagai orang dewasa yang diakui negara. Apa kita lanjut kuliah atau langsung mencari kerja? Mungkin bagi sebagian orang yang berada melanjutkan ke tahap kuliah. Beruntunglah bagi mereka yang bisa lanjut kuliah. Sebagian lainnya mulai mempersiapkan lamaran dari menulis menyiapkan photo dan amplop – amplop untuk melamar pekerjaan. Tipe orang seperti ini sebenarnya bisa dibagi dua secara umum. Ada dari lulusan SMA dan ada dari lulusan SMK. Lulusan SMK lebih diuntungkan disini. Setidaknya mereka punya kemampuan dasar untuk langsung terjun ke dunia pekerjaan. Ada pula Pabrik – pabrik yang mencari lulusan baru untuk bekerja sebagai karyawan. Rata – rata mereka mencari lulusan SMK 

Advertisements

16 juni

Kalau saja saat itu aku tahu. Bahwa mimpi itu pertanda yang buruk untuk hubunganku, mungkin saat itu aku gak akan menemuimu untuk mengajak kencan.

Beberapa hari sebelum tanggal ini aku bermimpi bahwa akan ada sebuah bencana alam yang menakutkan. Bangunan tempatku bekerja sampai hancur. Dan itu teringat nyata. Kata orang mimpi yang nyata dan jelas teringat ketika bangun adalah sebuah pertanda. Sehingga ketika bangun aku memutuskan untuk mengambil cuti dan diam dirumah untuk tanggal 16 ini. 

Setibanya di tempat kerja dan saat meminta izin untuk mengambil cuti untuk tanggal 16 ternyata aku sudah keduluan sama kamu. Dan sialnya gak boleh ada dua orang yang cuti dihari yang sama. Tempatku bekerja merupakan sebuah restoran yang tidak begitu besar. Jadi jumlah karyawannyapun gak banyak. 

Sempat gelisah gimana caranya biar tetap bisa cuti di tanggal 16. Singkat cerita akhirnya aku dapat izin untuk cuti bareng. Meskipun alasan kami mengambil cuti beda. 

Hari ini adalah hari ulang tahun pacarmu. Dan kamu meminta cuti untuk merayakannya. Wah hebat sekali. Aku suka sama cewek yang sudah punya pacar. Sial benar ngebayangin kamu lagi berduaan merayakan ulang tahun bersama. Aku tidur sajalah.

Gelisah

Pernah suatu waktu dalam sebuah keheningan kamar.

Imajinasi bermain melayang jauh keluar.

Entah apa yg dicari.

Ada dongeng yang membisik.

Berbicara tentang mati.

Imajinasi kian larut masuk kedalam suasana mencekam.

Tersadar sebuah kenyataan bahwa.

Esok tiada pasti kembali.

Nafas tiada pasti menghela.

Sebuah takut yang nyata.

Kenapa kita hidup? 

Untuk apa kita hidup?

Apa yang harus kita lakukan disini?

Banyak orang tertawa

Menangis

Diam

Apakah mereka berfikir apa yang kupikirkan.

Tentang hidup.

Tentang mati.

Tentang tugas yang harus berjalan.

Tentang surga dan neraka.

Bahwa itu pasti.

Orang – orang terdahulu bilang.

Buat apa kita rela mati kalau bukan untuk sesuatu yang indah. 

Untuk sesuatu yang layak diperjuangkan.

Untuk sesuatu yang layak dibayar dengan nyawa.

Hidup ini sebentar.

Disana yang kekal.

Dan cermin berkata dengan lantang.

Hei dimana kamu berada?

Sudahkah ke jalur yang benar?

Sudahkah kamu berjuang?

Apa yang sudah kamu lakukan untuk hidupmu yang kekal?

Garis Finishmu tak terlihat.

Bisa saja sedetik kemudian kamu lewat.

Aku gelisah…

Harus berbuat apa.

Harus bagaimana.

Harus dari mana.

Memulainya kembali.

Kembali ke jalur yang benar.

Kembali bertugas.
Aku gelisah…

Kenyataan sudah Allah perlihatkan.

Tapi sampai mana aku lakukan?

Sampai dimana aku berada?

Aku Gelisah…

Aku ingin SurgaMu

Kenapa kamu datang lagi di mimpiku???

Hari ini 7 januari 2018. Ketika terlelap. Kamu datang ke mimpiku, kenapa? Ketika semuanya sudah hampir hilang tiba2 kamu datang dengan manisnya. Sesuatu yg bener2 gue kangen banget. Berinteraksi lagi denganmu. Utuh. Dari atas sampai bawah. Dalam ruang dan waktu yang sama.

Ada apa denganmu? Mungkinkah itu juga terjadi padamu? Atau kah kamu sedang memikirkanku sampai perasaan itu sampai ke mimpiku. 

Andai ini terjadi di dunia nyata. Akan sangat menyenangkan lagi. Semoga kita masih bisa ketemu lagi didunia ini. Seenggaknya ketika kita masih hidup.

Semoga. . .